Sunday, June 23, 2024
spot_img

Dokter Rubini dari Mempawah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Hi!Pontianak – Dokter Raden Rubini Natawisastra diusulkan sebagai pahlawan nasional dari Kalbar. Usulan dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kalimantan Barat itu dilakukan verifikasi dan validasi oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) bersama dengan Direktorat Potensi dan Daya Sosial Kementerian Sosial RI.

Berdasarkan Surat pemberitahuan dari Kementerian Sosial RI nomor: 460/5.5/PB.05.01/2022 tanggal 19 Juli 2022 tentang Verifikasi Lapangan Usulan Calon Pahlawan Nasional tanggal 27-29 Juli 2022 dan Surat Tugas Nomor, tim yang dipimpin oleh anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat Prima Nurahmi dan didampingi Direktorat Potensi dan Sumber Daya Sosial Sunniyah dan Andita Rahma Yustisiani melaksanakan tugas untuk menindaklanjuti usulan calon pahlawan nasional di Kalbar.

Tim diterima oleh Sekda Kalbar yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kalbar, Linda Purnama didampingi Kepala Dinas Sosial Kalbar, Golda M Purba dan personel dari Balai Pelestarian dan Nilai Budaya Daerah, Badan Pelaksana Sejarah Pembinaan Mental Kodam XII Tanjungpura, Biro Kesra Prov Kalbar, Markas Daerah LVRI, akademisi Karel Juniardi, M. Rikaz Prabowo, masyarakat sejarah Indonesia, Ketua IDI Kalbar, guru sejarah Kalbar dan tokoh-tokoh Kalbar yang tergabung dalam Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), pada Rabu, 27 Juli 2022.

Setelah dilaksanakan pemaparan terkait profil dokter Rubini melalui pemaparan dan pemutaran video singkat, dilaksanakan tanya jawab oleh TP2GP dan Kemensos RI. Mereka menyatakan bahwa secara administratif pengajuan pahlawan oleh TP2GD Provinsi Kalbar melalui rekomendasi Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.

Selanjutnya pada Kamis, 28 Juli 2022, tim berangkat ke Makam Juang Mandor untuk mengecek bukti fisik berupa relief dan cungkup/makam serta mewawancarai juru kunci Makam Juang Mandor, Uca Suherman. Ia merupakan anak juru kunci pertama, yakni Abdussamad Ahmad bin Ahmad.

Tim TP2GP didampingi oleh Kadisos Kalbar berserta anggota TP3GD, ahli waris yang merupakan cucu dokter Rubini serta Kowani Erry Hutabawat sebagai pengusul dengan kategori pejuang kemerdekaan dan kemanusiaan

dr. Rubini adalah dokter di Kalbar yang berjuang pada zaman penjajahan Jepang mengautopsi korban-korban yang diperkosa oleh tentara Jepang pada tahun 1941-1945. Ia bersama para pejuang Kalbar lainnya menantang pendudukan Jepang yang sadis dan menyiksa rakyat lewat kerja paksa (romusha) dan perlakuan jugun ianfu (perkosaan terhadap wanita).

Karena kegigihannya berjuang bersama raja-raja di Kalbar, dr. Rubini dan istrinya ditangkap bersama dengan 21.047 pejuang dan dieksekusi oleh tentara Jepang di Mandor.

Pembunuhan yang dilakukan Jepang berada di beberapa tempat, tetapi yang terbesar terdapat di Mandor, yakni sekitar 90 km dari Kota Pontianak. Dari Pengakuan Kapten Yamamoto, eks polisi rahasia Jepang di Pontianak ketika diadili sebagai penjahat perang pada peradilan NICA/Belanda di Pontianak, target penangkapan dan pembunuhan di Kalbar mencapai 50.000 orang. Sumber lain dari Kiyotada Takahashi, yang pernah bertugas di Kalimantan Barat menyatakan jumlah Korban berjumlah 21.037.

Peristiwa ini juga ditulis dalam Borneo Shimbun, koran Jepang yang terbit di Pontianak. Peristiwa ini telah ditetapkan sebagai Hari Berkabung Daerah Kalbar melalui Perda Nomor 5 tahun 2007.

Usai dari Mandor, tim berangkat ke Mempawah untuk bertemu Bupati Mempawah serta mengunjungi Rumah Sakit Daerah dr. Rubini serta melakukan audiensi dengan Dinsos Kabupaten Mempawah dan Wabup Mempawah, Muhammad Pagi.

Apabila verifikasi dan validasi ini sudah selesai, maka langkah selanjutnya adalah rapat pleno TP2GP Pusat. Pengajuan surat calon pahlawan oleh Mensos ke Presiden. Selanjutnya Presiden menetapkan dengan Keputusan Presiden yang dibacakan pada Hari Pahlawan pada 10 November 2022. (Dina)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular