Tuesday, April 23, 2024
spot_img

Dinkes Kota Pontianak Temukan 3 Ibu Hamil Positif HIV

Hi!Pontianak – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, mengungkapkan pada 2022 tercatat tiga ibu hamil di Pontianak positif terpapar HIV.

“Untuk ibu hamil, kemarin kita (temukan) tahun ini ada tiga yang positif (HIV), sudah kita tangani. Insya Allah kalau kita tangani, bayinya tidak kena HIV, bisa negatif,” kata Saptiko, Jumat, 2 September 2022.

Saat ini, kata dia, ketiga ibu hamil tersebut telah ditangani oleh pihak terkait, dan diberikan penanganan lebih lanjut. Saptiko berharap, bayi dari ketiga ibu hamil ini, nantinya tidak tertular virus tersebut, atau dinyatakan negatif HIV.

“Kita tidak tahu dari mana (terinfeksinya), tapi kita sudah melakukan pendekatan keluarga, baik suami dan istri. Satu keluarga sudah kita lakukan pendekatan dan pemeriksaan. Insya Allah bayi nya tidak akan positif, karena sudah kita lakukan pengobatan, sampai nanti melahirkan,” ungkapnya.

Baca Juga

KPA Pontianak Catat 85 Orang Terpapar HIV/AIDS Sepanjang 2021

5 Mahasiswa di Pontianak dan 3 ASN Terpapar HIV pada 2021

Saptiko mengatakan, sejak Januari hingga Agustus 2022, tercatat kasus HIV-AIDS di Kota Pontianak mencapai angka 55 orang. Profesi atau pekerja yang banyak ditemukan positif HIV-AIDS, adalah kalangan pekerja swasta.

“55 orang itu kebanyakan dari pekerja swasta. Justru ini yang aneh, masyarakat umum yang justru banyak menderita HIV ini,” ujarnya

Untuk menekan angka tersebut, ia menuturkan, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai langkah penanggulangan pencegahan. Mulai dari sosialisasi, bekerjasama dengan komunitas kelompok kunci, dan melakukan tes screening.

“Kemudian juga menyediakan pelayanan screening pemeriksaan gratis baik di Puskesmas maupun di rumah sakit. Kita juga menyediakan pengobatan bagi yang positif, kemudian kita juga melakukan pendampingan bagi keluarga maupun orang yang positif HIV, agar mereka bisa hidup layak, dan tidak jatuh sakit, serta tidak menularkan kepada orang lain,” paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pontianak, Lusi Nuryanti mengatakan ada dua penyebab potensi penyebaran HIV/AIDS di Kota Pontianak, satu di antaranya adalah seks bebas.

“Potensi (HIV/AIDS) di Kota Pontianak itu ada dua, hubungan seksual dan jarum suntik. Tingginya dari situ. Hubungan seksual dibagi lagi, yang tertinggi pertama itu hubungan heteroseksual, sehingga kasus HIV kebanyakan ibu rumah tangga,” jelasnya.

Selain seks bebas, homoseksual atau hubungan sesama jenis juga menjadi salah satu penyebab tingginya penularan HIV di Kota Pontianak. Lusi mengatakan, selama pandemi COVID-19 kasus HIV pada kelompok gay di Pontianak naik, dibandingkan dengan kelompok pekerja seks.

Sementara itu, untuk penyebaran HIV lewat jarum suntik di Kota Pontianak, Lusi menyatakan, saat ini justru berkurang. Penurunan tersebut dikarenakan gencarnya pihak kepolisian dalam melakukan razia narkoba.

“Tren (penularan HIV dari) penggunaan putau kosong (tak ada kasus), sehingga yang menyuntik putau mengganti-ganti jarum suntik otomatis berkurang, sehingga penularan HIV baru di komunitas jarum suntik turun drastis,” pungkasnya

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular