Sunday, June 23, 2024
spot_img

Awan Berbentuk Tsunami Muncul di Sambas dan Sekadau, Ini Penjelasan BMKG Kalbar

Hi!Pontianak – Dalam dua hari terakhir fenomena awan Arcus atau awan yang berbentuk seperti gelombang tsunami muncul di dua wilayah Kalimantan Barat, yakni Kabupaten Sekadau dan Sambas.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Sutikno, mengatakan fenomena awan arcus di Kabupaten Sekadau terjadi pada Kamis, 17 November 2022.

Sedangkan awan arcus di Kabupaten Sambas, terjadi pada Jumat, 18 November 2022. Sutikno mengatakan, munculnya awan Arcus tersebut diprakirakan hingga durasi 1 jam.

“Awan tersebut menimbulkan hujan lebat dan angin kencang. Awan tersebut cukup cepat berpindahnya, namun saat pagi hari terbentuknya awan Arcus tersebut kadang kita bisa menyaksikannya sampai 1 jam,” jelas Sutikno, Jumat, 18 November 2022.

Secara ilmiah dalam dunia Meteorologi, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan Arcus (cloud atlas World Meteorological Organization, WMO). Awan Arcus dapat ditemukan di antara jenis awan Cumulonimbus dan Cumulus.

Fenomena Awan Berbentuk Tsunami Muncul di Sekadau dan Sambas, Begini Kata BMKG (1)
Penampakan awan berbentuk tsunami di Belitang Dua, Kabupaten Sekadau. Foto: Dok. Istimewa

Awan arcus merupakan awan yang lazim terjadi meskipun frekuensi kejadiannya jarang. Memiliki tinggi dasar awan yang rendah serta formasi pembentukannya horizontal memanjang seolah-olah seperti gelombang.

Fenomena awan Arcus terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer di sepanjang pertemuan massa udara yang lebih dingin dengan massa udara yang lebih hangat, serta lembab sehingga membentuk tipe awan yang memiliki pola pembentukan horizontal memanjang.

Kondisi tersebut dapat terjadi salah satunya karena adanya fenomena angin laut dalam skala yang luas mendorong massa udara ke arah daratan.

“Fenomena awan Arcus ini dapat menimbulkan angin kencang dan hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir di sekitar pertumbuhan awan,” ucapnya.

Keberadaan awan ini murni merupakan fenomena pembentukan awan yang terjadi akibat adanya kondisi dinamika atmosfer, dan tak ada kaitannya dengan potensi gempa atau tsunami, maupun hal-hal mistis.

“Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kondisi cuaca buruk dan dapat selalu mengupdate informasi cuaca dari BMKG,” tukasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular