Sunday, May 19, 2024
spot_img

6 Dampak Buruk Tidur dengan Kipas Angin bagi Kesehatan

Pontianak Today – Seringkali kita menggunakan pendingin ruangan seperti AC ataupun kipas angin dalam beraktivitas, termasuk ketika hendak tidur.

Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kita tidak merasa kepanasan dan bisa membuat tidur lebih nyenyak. Namun, ternyata tidur dengan menggunakan kipas angin menyala secara terus menerus dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, loh.

Berikut sejumlah masalah kesehatan yang dapat muncul akibat penggunaan kipas angin berlebihan saat tidur.

  1. Kekurangan oksigen
    Tidur dalam ruangan yang tidak berventilasi, ditambah dengan mengarahkan kipas angin ke tubuh, dapat membuat tubuh mengalami kekurangan oksigen. Hal tersebut berisiko menimbulkan masalah kesehatan karena angin yang dihasilkan dari kipas angin bukanlah oksigen, melainkan karbon dioksida.

Udara yang dihasilkan dari kipas angin juga dapat menyebabkan hidung tersumbat dan membuat sulit bernapas. Maka dari itu, tidur menggunakan kipas angin menyala dianjurkan dilakukan di ruangan berventilasi agar memungkinkan terjadinya sirkulasi udara.

  1. Menimbulkan alergi
    Tidur memakai kipas angin bisa mengedarkan debu, tungau, dan alergen lainnya di dalam kamar. Alergen bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti bersin, hidung meler, mata berair, tenggorokan gatal, hidung dan tenggorokan kering, hingga gangguan pernapasan.

Apabila kamu menderita asma dan alergi, sebaiknya hindari tidur menggunakan kipas angin, ya.

  1. Dehidrasi dan hipotermia
    Kondisi dehidrasi dan hipotermia dapat terjadi ketika suhu tubuh berada di atas normal, yakni lebih dari 40 derajat celcius (40°C). Suhu dingin yang dihasilkan dari kipas angin dapat membuat tubuh tidak bisa beradaptasi dengan cuaca ekstrem.

Udara dingin yang dihasilkan kipas angin juga menyerap cairan tubuh sehingga membuat organ tubuh melemah. Hal ini dapat membuatmu merasa sering kehausan dan bisa terjaga di malam hari.

  1. Mata dan kulit kering
    Penggunaan kipas angin yang cukup lama dapat membuat mata menjadi lebih kering sehingga rentan terkena iritasi. Tidak hanya mata, kulit juga dapat menjadi kering karena pori-pori yang mengecil akibat tubuh berada dalam suhu dingin terlalu lama.

Kulit yang kering akibat penggunaan kipas angin bisa memperparah gangguan yang telah dialami sebelumnya, seperti eksim dan psoriasis.

  1. Nyeri otot dan pegal linu
    Meski kipas angin dapat membuat tubuh terasa lebih dingin, paparan udara dari kipas angin berisiko membuat otot-otot tubuh menegang dan kram, loh.

Gangguan ini sangat umum terjadi pada seseorang yang sering mengarahkan kipas angin ke area sekitar wajah dan leher, yang justru membuat seseorang terbangun dengan keadaan leher kaku dan badan pegal linu di pagi hari. Sirkulasi udara yang dingin juga rentan membuatmu mengalami kontraksi otot.

  1. Risiko penyakit bell’s palsy
    Udara dingin yang dihasilkan kipas angin juga dapat menimbulkan risiko terkena bell’s palsy, yaitu penyakit yang melumpuhkan sistem saraf wajah. Bell’s palsy menyebabkan pembengkakan wajah di area tertentu dan membuat seseorang menjadi tidak leluasa dalam berekspresi, seperti tersenyum atau tertawa.

Untuk menghindari berbagai dampak buruk seperti yang telah dijelaskan di atas, pastikan kamu tidur dalam ruangan berventilasi dan hindari mengarahkan kipas angin langsung ke arah tubuh.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular